KontrakTimUlasan

Petrucci Berang dan Sesalkan Pernyataan Lorenzo

Petrucci Tak Terima Pernyataan Lorenzo

Seperti dikatahui, Danilo Petrucci yang selama ini membalap untuk tim satelit Ducati Pramac telah terkonfirmasi untuk dipromosikan menjadi pebalap tim pabrikan Ducati dan akan menjadi tandem Andrea Dovizioso musim depan. Promosi yang didapat Petrucci itu dikonfirmasikan sebelum Jorge Lorenzo yang sejak awal musim lalu menjadi tandem Dovizioso belum lagi berhasil mempersembahkan gelar juara bagi tim pabrikan yang berbasis di Bologna Italia itu. Padahal kedatangan Lorenzo dari tim Yamaha digadang-gadang minimal akan bisa menyamai prestasi Casey Stoner yang sukses mempersembahkan gelar juara dunia bagi Ducati. Baru setelah adanya konfirmasi promosi Petrucci tersebut, Lorenzo sukses meraih gelar grand prix pertamanya bagi Ducati yang diraihnya di Mugello Italia pada Juni lalu yang dilanjutkan sepekan kemudian dengan gelar juara grand prix berikutnya di Catalunya Spanyol. Tetapi pekan lalu Lorenzo menyatakan kepada media Italia Gazetto dello Sport bila langkah Ducati itu merupakan keputusan keliru karena Ducati seharusnya lebih memprioritaskan dirinya daripada memberikan nominal jumlah gaji yang lebih besar kepada Dovizioso seiring keberhasilan Dovizioso meraih 6 gelar grand prix dan mengakhiri musim sebagai runner-up. Pernyataan tersebut membuat Petrucci berang dan Petrucci tak terima pernyataan Lorenzo tersebut.

Selama dua musim terakhir, Dovizioso memang hanya menjadi pebalap kedua setelah Lorenzo dan dalam pernyataan Lorenzo tersebut yang dikutip dari Autosport, Lorenzo mengatakan,”Ducati seharusnya ingat bahwa Ducati memiliki saya yang merupakan peraih 3 gelar juara dunia dan memberikan apa yang saya inginkan.”

“Tetapi Ducati ternyata lebih memilih untuk memperbesar jumlah gaji Dovizioso karena keberhasilannya meraih sejumlah gelar grand prix musim lalu dan akhirnya menempatkan Dovizioso sebagai pebalap utama karena biayanya jauh lebih murah,”imbuh Lorenzo.

Petrucci tak terima pernyataan Lorenzo itu dan mengatakan bila posisinya di klasemen di awal musim ini di atas Dovizioso dan Lorenzo. Pada saat itu yaitu di bulan Mei sebenarnya Ducati masih mempertimbangkan untuk mempertahankan Lorenzo tetapi hanya akan menjadikannya sebagai pebalap kedua dan harus rela untuk menerima gaji yang lebih kecil daripada jumlah yang diterimanya selama ini.

“Akhirnya Ducati memilih saya karena saya berada di posisi lebih baik daripada mereka di klasemen. Lorenzo ketika itu belum sekalipun berhasil meraih gelar juara,”ujar Petrucci alias Petruxx ini.

“Baru ketika di Mugello, Lorenzo sukses meraih kemenangan. Seharusnya Lorenzo bisa menyadari bila pendapatan yang akan diterimanya di tim Honda masih 10 kali lebih besar dari nominal yang saya dapatan di tim Ducati,”ungkap Petrucci.

Alasan lain yang membuat Petrucci tak terima pernyataan Lorenzo itu karena menurut Petrucci, pernyataan tersebut terkesan ia telah mengambil alih posisinya dan menganggapnya sebagai hal yang tak fair.

“Sewaktu di Le Mans pada Mei lalu Lorenzo mengatakan bila ia masih mencari-cari tim yang akan diperkuatnya musim depan. Ketika itu posisi klasemen saya lebih baik daripada Lorenzo. Selain itu, jumlah perolehan podium saya juga lebih banyak. Saya tak tahu tim mana yang akan menampungnya ketika itu. Saat akhirnya Lorenzo telah menandatangani kesepakatan dengan Honda, Lorenzo tiba-tiba tampil sangat tangguh,”terang Petrucci.

“Saya kira bila Ducati harus memilih saat ini, maka Ducati akan tetap mempertahankanya karena saya akui Lorenzo saat ini sangat tangguh. Ketika saya mendapat kesempatan promosi, jelas saya tak akan sia-siakan. Saya rasa ini juga akan dilakuka oleh pebalap lainnya pada situasi ketika itu,”imbuh Petrucci.

Petrucci selanjutnya mengatakan dugaannya bila Lorenzo sebenarnya masih ingin bertahan di tim Ducati. Hanya saja menurut perkiraannya, alasan jumlah uang yang diterimanya sebagai alasan utama.

“Saya rasa Lorenzo masih ingin bertahan. Bisa saja sebenarnya ada kaitannya dengan alasan uang. Tapi saya juga tak tahu persis. Yang jelas saat itu saya siap untuk dipromosikan,”lanjut Petrucci.

Petrucci juga meyakini bahwa keputusan Ducati untuk menduetkannya dengan Dovizioso karena baiknya hubungan dirinya dan Dovizioso, apalagi ia hanya akan menjadi pebalap kedua.

“Saya rasa konduite saya dengan Dovizioso sangat bagus sehingga saya yakin musim depan kami akan merasakan musim yang hebat untuk memastikan motor milik tim Ducati memang merupakan motor terbaik saat ini,”Petrucci menambahkan.

“Musim depan saya memang hanya akan menjadi pebalap kedua dan saya tak mempermasalahkannya. Saya juga akan senang bila Dovizioso bisa memenangkan gelar juara. Saya juga yakin performa saya akan jauh lebih bagus musim depan,”pungkas Petrucci optimis.

Dengan kehadiran Petrucci musim depan, maka Ducati kembali akan diperkuat oleh duo pebalap Italia sebagaimana yang terjadi pada 2015-2016 lalu saat mana Dovizioso bertandem dengan Andrea Iannone.

Photo: GP-inside

Tags
Close