Pebalap

Perjalanan Karier Marquez

Si Fenomenal Marquez

Marc Marquez adalah pebalap fenomenal karena walaupun masih berusia 25 tahun, Marquez telah menorehkan prestasi sensasional dengan merebut 7 gelar juara dunia, 5 diantaranya diraihnya dalam 6 musim sejak 2013 di kelas premier. Bagaimana sih perjalanan karier Marquez yang dijuluki sebagai ‘Baby Alien’ ini? Mari kita simak sekilas perjalanan karier si fenomenal Marquez …

Lahirnya Bintang Baru (1993-2000)
Marquez lahir di Lleida Spanyol pada 17 Februari 1993 tetapi menetap di Cervera yang merupakan sebuah kota kecil yang tak jauh dari kota Barcelona. Pada usia 4 tahun, Marquez sudah meminta kepada orang tuanya untuk dibelikan sebuah motor ketika merayakan Natal. Dengan motor itu, Marquez mendapatkan pengalaman untuk mengendarai motornya untuk menemani sang ayah ketika menuju ke area industri yang tak jauh dari rumahnya. Satu tahu kemudian, Marquez sudah ingin ikut berpartisipasi pada sebuah event Enduro for Kids kelas pemula
.
Setahun kemudian, Marquez mendapatkan satu motor bekas 50cc dari sang ayah yang membuat hobinya mengendarai motocross semakin tersalurkan. Dua tahun kemudian, Marquez terus melanjutkan aksinya untuk ikut balapan enduro dan berhasil meraih posisi runner-up dalam kejuaraan Catalan Motocross. Setahun kemudian, Marquez sukses menjuarai gelar juara pada event itu.

Periode 2000-2007
Pada 2002, Marquez berhasil meraih posisi ketiga pada event Conti Cup, sebuah event yang diselenggarakan oleh Catalan Motorcycling Federation. Marquez selanjutnya tetap ikut balapan motocross tetapi juga mulai melirik road racing hingga kemudian ia memilih untuk mengaspal di sebuah sikrkuit besar pada 2003 dengan mengambil bagian pada event Open RACC 50 dan ia berhasil menjuarainya di tahun pertama keikutsertaannya.

Setahun berikutnya, Marquez mulai mengaspal di kelas 125cc dengan mengendarai motor Honda dan bergabung dengan tim RACC Impala dan bertandem dengan Pol Espargaro. Pol Espargaro akhirnya keluar sebagai pemenang dan Marquez sendiri meraih posisi runner-up.

Tahun 2005 menjadi tahun penting bagi Marquez karena ia bertemu dengan Emilio Alzamora, seorang pebalap Honda yang sukses mengemas juara dunia kelas 125cc pada 1999. Pada tahun yang sama, Marquez sukses menjuarai event 125cc Catalan Championship selain menjuarai 85ccCatalan Supermotard Championship. Setahun kemudian, Marquez berhasil mempertahankan gelar juara dan sekaligus melakukan debutnya pada event Spanish Road Racing Championship (CEV), dan meraih posisi kedelapan.

Pada 2007, Marquez tetap tampil dalam event yang sama namun kali ini ia tampil dengan KTM. Sayangnya Marquez sering terjatuh dan harus puas menempati posisi kesembilan. Alzamora kemudian memberikan kesempatan bagi Marquez untuk ambil bagian pada kejuaraan dunia setahun berikutnya dan Marquez mulai mencuri perhatian.
Debut Marquez pada Kejuaraan Dunia (2008)
Marquez melakukan debutnya pada kejuaraan dunia pada 2008 bersama tim Repsol KTM pada Grand Prix Portugal di Sirkuit Estoril. Namun akibat terjatuh membuat Marquez saat pramusim membuat Marquez mengalami cedera dan tidak bisa ikut di dua seri awal.

Harus menepi di 4 seri, Marquez baru bisa kembali ke arena pada seri keenam yang digelar di Inggris, Marquez kemudian mencatat sukses dengan meraih posisi ketiga yang sekaligus menjadikannya sebagai pebalap termuda yang bisa menggapai podium. Marquez akhirnya menempati posisi 13 di klasemen akhir tetapi ia dinobatkan sebagai debutan terbaik.

Pada 2009, Marquez kembali tampil dengan nomor 93 yang mengekspresikan tahun kelahirannya dan Marquez mulai mencuri perhatian atas talenta yang dimilikinya. Tampil bersama KTM, Marquez sukses menggapai podium 2 di Jerez dan Le Mans selain menjadi pebalap termuda yang meraih pole position pada ajang grand prix. Musim ini Marquez seringkali masuk posisi 5 besar.

Kemenangan Perdana pada Kejuaraan Dunia (2010-125cc)
Marquez memutuskan untuk tampil memperkuat tim Ajo Motorsport dan sejak pramusim, Marquez sudah berhasil mencetak rekor waktu lap yang mengindikasikan adaptasi yang dilakukannya berjalan dengan mantap.

Marquez kemudian meraih pole position di Qatar selain berhasil meraih podium. Marquez juga meraih podium di Le Mans dan dua pekan berikutnya, tepatnya pada 6 Juni 2010, Marquez sukses mengemas kemenangan pertamanya di Sirkuit Mugello, Italia. Kemudian Marquez meraih 4 podium beruntun lainnya di Silverstone, Assen, Catalunya dan Sachsenring dan selalu meraih pole position di keempat seri tersebut.

Kemenangan lainnya diraih Marquez di San Marino dan berturut-turut Marquez juga meraih kemenangan di Motegi, Sepang, Phillip Island dan Estoril sehingga Marquez berpeluang untuk menjadi juara dunia yang harus ditentukan di Valencia finale karena rival terberatnya musim itu, Nico Terol memiliki jumlah poin yang hanya terpaut 17 poin.
Marquez tampil hati-hati dan akhirnya ia finish di posisi keempat dan Marquez pun sukses mengemas gelar juara dunia pertamanya. Musim itu Marquez meraih 10 kemenangan dan 12 pole position. Ketika itu Marquez baru berusia 17 tahun!

Marquez Meraih Posisi Runner-up di Musim Perdana di Kelas Moto2 pada 2011
Musim selanjutnya Marquez memutuskan untuk tampil di kelas 250cc atau kelas Moto2. Sayangnya Marquez terjatuh di tiga seri dari empat seri pembuka, baru pada grand prix Prancis, Marquez menunjukkan kelasnya sebagai penantang serius untuk merebut gelar juara dunia dengan meraih kemenangan di Le Mans. Marquez kemudian meraih podium 2 di Catalunya.

Marquez kembali terjatuh di Inggris namun Marquez bangkit untuk meraih 3 kemenangan beruntun di Belanda, Italia dan Jerman disusul dengan podium 2 di Brno, 3 kemenangan lain di Indianapolis, San Marino dan Aragón serta podium 2 di Motegi. Pada grand prix Australia, Marquez sempat mendapat grid penalty sehingga harus mengawali balapan dari posisi 38! Namun Marquez sukses menggapai podium 3 dan mempertipis selisih poinnya dari Stefan Bradl di peringkat pertama klasemen dengan selisih 3 poin. Namun Marquez hanya mengakhiri musim sebagai runner-up dan menjadi debutan terbaik.

Marquez Meraih Gelar Juara Dunia Moto2 pada 2012
Cedera yang dialami Marquez di Sepang pada sesi free practice pada 2011membuatnya harus menepi nyaris di seluruh event pramusim 2012.
Kemudian pada Januari, Marquez harus menjalani operasi. Operasinya sukses dan Marquez bisa tampil di Qatar dan sukses meraih gelar juara di seri perdana musim itu. Kemudian Marquez meraih podium 2 di Jerez dan gelar juara di Portugal sebelum ia kembali terjatuh di trek basah di Le Mans.

Musim itu Marquez meraih kemenangan di Qatar, Portugal, Belanda, Jerman, Indianapolis, Ceko, San Marino dan Jepang. Podium 2 diraihnya di Catalunya dan Inggris, podium 3 di Jerez dan Aragon. Marquez kembali terjatuh di Malaysia namun musim itu Marquez sukses merebut gelar juara dunia yang dipastikannya di Australia.

Musim Perdana di Kelas MotoGP dengan Gelar Juara Dunia! (2013)
Di musim perdananya di kelas MotoGP, Marquez langsung menunjukkan kapasitasnya tampil bersaing dengan pebalap elit di kelas paling bergengsi dengan merebut podium di Qatar. Marquez kemudian meraih pole position di Austin dan juga meraih gelar juara yang sekaligus menjadi rekor baru karena Marquez berhasil mencatat kemenangan sebagai debutan dan pebalap termuda MotoGP di seri kedua musim itu. Saat itu Marquez baru berusia 20 tahun 63 hari.

Marquez kemudian berhasil mengambil alih pimpinan klasemen walaupun hanya meraih posisi runner-up di Jerez. Marquez juga sukses di Le Mans sebelum kembali terjatuh di Mugello. Namun Marquez kembali bangkit di Catalunya dengan meraih podium 3.Di Assen, cedera yag dialaminya menyusul kecelakaan yang terjadi pada sesi free practice 3 tak menghentikan Marquez untuk meraih podium 2.

Kemudian di Jerman, Marquez kembali meraih gelar juara dilanjutkan lagi dengan kemenangan di Laguna Seca sehingga rekor baru kembali tercipta karena Marquez menjadi debutan dan pebalap termuda yang sukses meraih gelar juara di dua seri beruntun. Marquez menang lagi di Indianapolis, dan rekor baru lagi karena menjadi pebalap termuda yang sukses mencetak tiga kemenangan beruntun. Tak cukup hanya itu, Marquez memperbaiki rekornya dengan kemenangan keempat beruntun di Brno yang menyamai torehan pretasi Valentino Rossi pada 2008 yang menang beruntun di 4 seri.

Marquez meraih pole di Silverstone dan meraih podium 2 sehari kemudian yang merupakan podiumnya yang ke-50 di usia 20 tahun 196 hari.Dua pekan berikutnya, Marquez meraih pole keenam di Misano dan meraih podium 2. Marquez kemudian menang lagi di Aragón.

Marquez meraih podium 2 di Malaysia dan selanjutnya Marquez menentukan gelar juara dunia perdananya di kelas premier di Valencia finale walau saat itu Marquez hanya menempati posisi 3.

Marquez Meraih Gelar Juara Dunia di Dua Musim Beruntun
Semusim kemudian yaitu pada 2014, Marquez bisa mempertahankan gelar juara dunia yang dipastikannya di Motegi Jepang ketika ia meraih podium 2. Rekor baru lagi karena Marquez menjadi pebalap termuda yang mengemas gelar juara dunia secara beruntun.

Musim yang Sulit pada 2015
Musim ini Marquez gagal menjadi juara dunia dan harus puas menempati posisi ketiga di klasemen akhir. Musim ini diwarnai dengan kontroversi dengan Rossi di Sepang Malaysia. Gelar juara dunia tahun ini direbut Jorge Lorenzo dari tim Yamaha.

Marquez Merebut Gelar Juara Dunianya yang Kelima di Semua Kategori (2016)
Marquez kembali bangkit pada musim berikutnya dan ia sukses mengunci gelar juara dunia di Motegi Jepang. Gelar ini menjadi gelar Marquez yang ketiga di kelas premier dan menjadi gelar juara dunianya yang kelima di semua kelas.

Marquez Kembali Menjadi Juara Dunia pada 2017
Marquez baru bisa memastikan gelar juara dunianya di Valencia finale karena memiliki selisih poin sangat ketat dengan pebalap Ducati Andrea Dovizioso. Walaupun Marquez hanya meraih posisi ketiga di seri pamungkas itu, Marquez kembali sukses mempertahankan gelar juara dunianya.

Marquez Kembali Pastikan Gelar Juara Dunia di Motegi
Marquez kembali berhasil mengukuhkan gelar juara dunia di Motegi pada medio Oktober lalu, Tidak seperti musim sebelumnya, Marquez kali ini memiliki selisih poin yang sangat jauh dari Dovizioso yang menempati posisi kedua klasemen akhir di dua musim beruntun. Dengan demikian, sejauh ini Marquez telah mengemas 5 gelar juara dunia di kelas premier dan menyamai torehan pretasi seniornya Mick Doohan. Secara keseluruhan, Marquez telah merengkuh 7 gelar juara dunia di semua kategori.

Demikianlah sekilas perjalanan karier si fenomenal Marquez …

Photo: MotoGP

Tags
Close