Pebalap

Masa-masa Ketidakpastian Lorenzo di Tim Ducati

Situasi Pelik yang Dihadapi Lorenzo Sebelum Direkrut Honda

Jorge Lorenzo sempat merasakan masa-masa ketidakpastian bersama tim Ducati menjelang seri keenam di Mugello. Alberto Puig menjelaskan situasi pelik yang dihadapi Lorenzo sebelum direkrut Honda untuk menggantikan Dani Pedrosa.

Di akhir musim perdananya bersama Ducati pada 2017 lalu, Lorenzo merasa optimis dengan masa depannya di tim pabrikan Italia itu menyusul sejumlah hasil bagus yang berhasil diraihnya di penghujung musim itu. Lorenzo bahkan nyaris memecah kebuntuan untuk memenangkan gelar juara perdananya bagi tim Ducati seperti yang terjadi di Sepang Malaysia ketika Lorenzo meraih posisi kedua setelah rekan setimnya Andrea Dovizioso yang menjadi juara.

Pada sesi uji coba pramusim perdana 2018, Lorenzo berhasil mencatat waktu tercepat, sayangnya hasil di uji coba kedua di Buriram sangat berbanding terbalik karena Lorenzo mengalami kesulitan dengan adanya modifikasi pada motor Desmosedici GP 18 seperti menggunakan tanki bensin yang lebih rendah.

Kaleidoskop MotoGP 2018


Situasi pelik yang dihadapi Lorenzo bertambah buruk ketika Danilo Petrucci dari tim satelit Ducati Pramac mampu meraih podium di seri kelima yang berlangsung di Le Mans manakala Lorenzo hanya menempati posisi keenam. Sejak itu, tim Ducati mulai memberikan sinyal untuk tidak lagi mau memperpanjang kerjasama mereka dengan Lorenzo untuk musim selanjutnya seperti yang ditandai dengan ucapan Sporting Director Ducati, Paolo Ciabatti yang belum melihat kemungkinan Lorenzo bisa mempersembahkan kemenangan bagi Ducati.

Ciabatti juga mengaku kecewa ketika di musim pertamanya bersama Ducati, Lorenzo gagal meraih kemenangan sama sekali. Jadi menurut Ciabatti, setelah seri kelima itu situasinya lebih buruk lagi.

“Lorenzo telah sering meraih kemenangan di arena grand prix selama kariernya dan musim lalu merupakan musim pertamanya bersama kami ketika ia tak sekalipun meraih gelar juara. Sejauh ini situasinya bertambah buruk.”

Menjelang seri keenam di Mugello, satu-satunya kemungkinan bagi Lorenzo adalah bergabung dengan tim satelit baru Yamaha walaupun tim satelit baru Yamaha itu belum terbentuk. Saat itu tak seorang pun yang mengira Lorenzo ternyata mencoba mendekati Honda yang di masa sebelumnya pernah melakukan pembicaraan dengan Lorenzo sebagaimana menurut beberapa sumber di tim Honda.

Puig yang saat itu baru menjabat posisi manajer tim Repsol Honda selama enam bulan mengaku mendapat kejutan dan ia pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Menurut Puig, Lorenzo sempat dilanda ketidakpastian soal masa depannya selama dua bulan. Puig pun mengaku sedikit terkejut dengan kenyataan tentang ketidakpastian kemana selanjutnya Lorenzo berlabuh. Namun Puig tak mau mempertanyakan mengapa hal itu bisa terjadi karena saat itu pihaknya hanya mengetahui itulah momen yang memungkinkan untuk merekrut Lorenzo.

Keengganan Ducati untuk memperpanjang kontrak Lorenzo semakin jelas karena menjelang seri keenam di Mugello, Lorenzo baru hanya bisa menempati posisi ke-14 di klasemen dengan perolehan 16 poin dari 5 seri yang telah diselesaikan. Hasil itu membuat Lorenzo tertinggal jauh dari rekan setimnya Andrea Dovizioso, bahkan tertinggal dari para pebalap tim satelit Ducati yaitu Petrucci, Jack Miller dan Tito Rabat.

Petrucci yang saat itu menempati posisi kelima klasemen telah mendapatkan peluang besar untuk menjadi suksesor Lorenzo yang bergaji besar hingga Ducati mengkonfirmasi hal itu. Tetapi situasi pelik yang dihadapi Lorenzo akhirnya usai karena di saat yang bersamaan Honda juga mengkonfirmasi perekrutan Lorenzo. Apalagi Lorenzo juga sukses menggapai kemenangan di Mugello dan dilanjutkan lagi dengan kemenangan berikutnya di Catalunya dua pekan kemudian.

Tags
Close