EventTimUlasan

Lorenzo Komentari Keterpurukan Yamaha di Aragon

Lorenzo Menyebut Barcelona dan Real Madrid Kadangkala Butuh 3 atau 4 Tahun untuk Bisa Kembali Bangkit. Begitu Juga dengan Yamaha

Jorge Lorenzo yang kembali sukses meraih pole position musim ini setelah pada Kualifikasi kedua seri ke-14 yaitu pada MotoGP Aragon yang digelar pada Sabtu kemarin di Sirkuit MotorLand Aragon Spanyol berhasil menjadi yang tercepat sehingga ia pun berpeluang besar untuk meraih gelar juaranya yang keempat musim ini sekaligus melewati posisi Valentino Rossi di klasemen sementara yang justeru terpuruk di posisi ke-18 dalam starting grid untuk balapan yang berlangsung pada hari Minggu ini di arena yang sama. Lorenzo yang pernah bersama Yamaha selama 8 musim itu ikut memberikan komentarnya mengenai keterpurukan Yamaha musim ini yang belum sekalipun meraih kemenangan sejak Juni tahun lalu itu dan Lorenzo memprediksi Yamaha akan segera bangkit kembali dengan mengatakan bahwa Barcelona dan Real Madrid kadangkala butuh 3 atau 4 tahun untuk bisa kembali bangkit.

Seperti diketahui, tidak saja Rossi yang gagal meraih hasil Kualifikasi buruk, tetapi juga rekan setimnya di tim Movistar Yamaha yaitu Maverick Vinales yang harus puas mendapatkan posisi start ke-11.

Menurut Lorenzo yang dikutip dari Crash seusai memastikan pole position-nya di MotoGP Aragon musim ini, ia tak menduga sama sekali bila Yamaha bisa mengalami masa suram seperti musim ini karena sewaktu ia meninggalkan Yamaha pada akhir 2016 silam, ia tak melihat sama sekali kemungkinan Yamaha akan bisa berada di fase ini dimana tak sekalipun meraih kemenangan dalam 22 seri dan sangat berpotensi akan berjumlah 23 seri pada hari Minggu ini menyusul hasil Kualifikasi yang diperoleh Rossi dan Vinales.

23 seri tanpa kemenangan itu merupakan periode terburuk Yamaha sejauh ini. Namun demikian, Lorenzo optimis Yamaha akan segera bisa kembali bangkit karena fase ini merupakan siklus biasa yang kerap terjadi juga di arena sepakbola dan menyebut bila Barcelona dan Real Madrid kadangkala butuh 3 atau 4 tahun untuk bisa kembali bangkit..

Sewaktu bersama Yamaha, Lorenzo berhasil mempersembahkan 44 gelar juara dan 3 gelar juara dunia sebelum ia akhirnya menyeberang ke tim Ducati sejak awal 2017 lalu.

Posisi Lorenzo kemudian diambil alih oleh kompatriotnya Vinales yang direkrut dari tim Suzuki dan berhasil mengawali musim 2017 dengan sangat baik berkat dua kemenangan beruntun yang diraihnya di Qatar dan Argentina.

Vinales kemudian berhasil memperoleh kemenangan ketiganya di Le Mans Prancis dengan mengalahkan Rossi di lap-lap akhir dimana Rossi akhirnya tersungkur. Rossi menambah satu gelar juara di Assen Belanda pada Juni 2017 lalu yang sekaligus menjadi kemenangan terakhir pabrikan asal Iwata Jepang itu.

“Saya kira arena balapan MotoGP tak jauh berbeda dengan sepakbola dalam hal siklusnya karena Barcelona atau Real Madrid kadangkala butuh 3 atau 4 tahun untuk bisa kembali bangkit,”ujar pebalap asal Mallorca yang musim depan akan bertandem dengan Marc Marquez di tim Repsol Honda itu.

“Yamaha akan bisa bangkit kembali dan memiliki potensi untuk bangkit lebih cepat dan bisa tampil lebih tangguh lagi,”imbuh Lorenzo.

“Musim terakhir saya bersama Yamaha juga merupakan musim yang sulit walaupun kami mengawali musim itu dengan baik. Tetapi kemudian Honda bisa tampil lebih baik berkat pembenahan area elektronik motor mereka hingga mereka berhasil melewati kami. Kami ketika itu juga kurang konsisten,”Lorenzo mengingat musim terakhirnya bersama Yamaha.

“Yang jelas musim sebelumnya yaitu pada 2015, kami jauh lebih baik. Tapi seperti yang saya sampaikan sebelumnya karena hal ini masalah siklus saja dan Yamaha akan bisa segera kembali bangkit,”pungkas Lorenzo yang pernah beberapa kali terlibat percekcokan hebat dengan Rossi ketika Lorenzo masih memperkuat tim Yamaha ini.

Photo: GP-inside

Tags
Close