EventPebalapTimUlasan

Kilas-Balik MotoGP Malaysia, Album Perdana Nirvana dan Perjalanan Syahrin Jelang MotoGP Malaysia Musim ini

Seberapa Jauh Pencapaian Syahrin di Sepang di Akhir Pekan ini?

Setelah menyelesaikan seri ke-17 di Phillip Island Australia pada hari Minggu kemarin, kini tibalah saatnya seri ke-18 yang digelar sepekan kemudian di Sirkuit Sepang Malaysia. MotoGP Malaysia musim ini agak sedikit berbeda dari musim-musim terdahulu karena inilah kali pertama publik tuan rumah menyaksikan pebalap mereka berlomba di arena balapan MotoGP. Ya, Malaysia kini punya Hafizh Syahrin di arena balapan MotoGP sejak awal musim ini. Seberapa jauh pencapaian Syahrin di Sepang di akhir pekan ini?

Sebelumnya mari kita kilas sedikit tentang MotoGP Malaysia yang pertama kali menghadirkan balapan motor paling bergengsi sejak 1991 silam dan di awalnya diselenggarakan bukan di Sirkuit Sepang seperti pada beberapa musim terakhir ini tetapi di Sirkuit Shah Alam.

Pada tahun pertama, pebalap John Kocinski muncul sebagai juara di kelas 500cc tetapi kala itu tidak ada 3 nama besar seperti Kevin Schwantz, Eddie Lawson maupun Wayne Rainey.

Pada pergelaran pertama itu bertepatan dengan pekan kala album perdana Nirvana, kelompok musik yang digawangi mendiang Kurt Cobain dkk, “Nevermind” dirilis dan saat itu Valentino Rossi berhasil memenangkan balapan minimoto di negaranya ketika ia masih berusia 12 tahun.

Syahrin sendiri belum lahir saat itu dan pada 1999 arena MotoGP Malaysia dialihkan ke Sirkuit Sepang hingga musim ini selalu hadir dalam kalender tahunan.

Kemunculan Syahrin di arena MotoGP musim ini tak terlepas dari penyakit yang diderita oleh pebalap Jerman Jonas Folger di tim Monster Yamaha Tech 3 sehingga Herve Poncharal mesti mencari suksesornya.

Setelah mencoba beberapa pebalap, Syahrin mulai diuji di Buriram yang menjadi arena kedua test pra-musim dan Syahrin mampu meyakinkan Poncharal untuk tampil penuh sepanjang musim ini dan menjadi tandem Johann Zarco yang di musim sebelumnya meraih gelar sebagai pebalap independent terbaik dan dinobatkan sebagai Rookie of the Year.

Syahrin mulai mencuri perhatian ketika tampil di seri kedua di Termas de Rio Hondo Argentina saatmana ia meriah posisi 9.

Namun setelah itu perjalanan Syahrin tidak berjalan mulus hingga kemudian ia mulai bisa bangkit di Buriram dan Motegi dimana ia kembali bisa meraih posisi 10 besar.

Sayangnya di Phillip Island kemarin, nasib Syahrin kurang mujur karena ia kembali gagal meraup point akibat terjatuh dan tak sanggup menyelesaikan balapannya. Padahal Syahrin sedang berjuang untuk mengakhiri musim sebagai Rookie of the Year karena ia masih sangat berpeluang besar berkat hasil yang diraihnya di Motegi.

Kegagalan di Phillip Island itu membuat interval pointnya dari Franco Morbidelli, rookie lainnya musim ini, jadi semakin menjauh. Bila sebelum MotoGP Australia Syahrin hanya terpaut 4 point, kini menjadi 12 point. Syahrin kini bercokol di posisi 18 dan pebalap Italia itu kini menempati posisi 14 klasemen.

“Di awal musim kami tidak terlalu banyak berharap mengenai hasil yang bisa kami raih dan saya kini merasa menjadi kian baik sehingga point saya tak banyak tertinggal dari Morbidelli untuk menjadi rookie terbaik. Saya terus berusaha untuk mengejar di sisa musim ini karena apapun masih bisa terjadi,”ujar Syahrin menjelang MotoGP Australia pekan lalu.

“Di pertengahan musim saya mulai mengalami sejumlah kendala dan sering gagal meraih hasil bagus di kualifikasi sehingga saya gagal meraup point sama sekali di beberapa seri. Tak seperti di beberapa seri sebelumnya dimana saya bisa meraup point yang lumayan besar,”jelas Syahrin.

“Ini sangat mengecewakan tentu saja tetapi saya terus berjuang dan memulihkan kondisi fisik saya pada rehat paruh musim,”imbuh Syahrin yang berusia 24 tahun ini.

“Kemudian saya bisa bangkit di Thailand dan Jepang. Ini memberikan saya tambahan motivasi ketika tampil di negeri saya sendiri nantinya dan saya masih ingin mengakhiri musim ini sebagai rookie terbaik,”tegas Syahrin.

Lalu seberapa jauh pencapaian Syahrin di Sepang di akhir pekan ini?

“Selain tambahan motivasi, saya juga mendapat sedikit tekanan tetapi bagi saya, ketika sudah berada di atas motor, hal yang saya tuju adalah untuk bisa melakukan yang terbaik dan tekanan yang ada akan hilang dengan sendirinya seiring dengan kecepatan laju motor saya nantinya,”pungkas Syahrin.

Seberapa jauh pencapaian Syahrin di Sepang di akhir pekan ini? Kita nak tunggulah pak cik 🙂

Photo: Motorsportal

Tags
Close