Ulasan

Kaleidoskop MotoGP 2018

Review Musim Balapan MotoGP 2018

Awal musim balapan MotoGP 2018 dimulai dengan pertanyaan: Siapa yang bakal sanggup mengalahkan Marc Marquez? Dan setelah 3 seri digelar, pebalap Repsol Honda itu langsung menjawabnya dengan: tak seorang pun! Well … Mari kita simak review musim balapan MotoGP 2018 berikut ini.

Marquez kembali tampil dominan karena ia berhasil tampil lebih tangguh dan juga lebih matang untuk meraih gelar juara dunia kelimanya dalam enam musim terakhir. Marquez membuktikan bahwa tak ada yang tak mungkin. Meski terjatuh sebanyak 23 kali terutama saat sesi-sesi free practice, Marquez seperti menunjukkan bagaimana hukum fisika bekerja kepada para rivalnya. Di sesi-sesi practice itu, Marquez juga kerap nyaris terjatuh tapi Marquez sering pula mampu menghindarinya. Tapi ketika sesi puncak berlangsung, Marquez mampu meraih gelar juara.

Apakah Marquez harus menempuh banyak resiko terlebih dahulu yang di akhir musim memaksanya kembali harus dioperasi karena tulang pada bahu kirinya sering kali mudah tergeser? Hal ini juga harus dialami Marquez bahkan ketika Scott Redding memberikan pelukan persahabatan seiring kesuksesan Marquez memastikan gelar juara dunia musim balapan 2018 di Motegi pada Oktober lalu. Marquez juga kembali terjatuh di Valencia finale yang menjadikannya menjadi pebalap yang paling sering terjatuh sepanjang 2018. Performa terbaik Marquez sepanjang musim 2018 lalu adalah ketika dia berhasil meraih gelar juara di seri kedelapan di Sirkuit TT Assen Belanda.

Kaleidoskop Musim Balapan 2018
Photo: Autosport

Ada beberapa hal yang membuat Marquez kembali sukses merebut gelar juara di musim balapan MotoGP 2018 lalu. Pertama, performa motor RC213V yang dikendarainya yang dinilai sebagai RC213V terbaik. Marquez sendiri pernah mengatakan bila motornya kini sangat nyaman untuk dikendarainya. “Saya bisa mengendarai motor saya seperti yang saya inginkan.”

Kedua, adalah inkonsistensi Andrea Dovizioso. Doviozioso memang kembali menempati posisi runner-up seperti musim sebelumnya. Pebalap Ducati ini dinilai sebagai pebalap Ducati terbaik dalam mengendarai motor Desmosedici sehingga Dovizioso pun sejak musim lalu sering dijuluki sebagai ‘DesmoDovi’. Dovizioso mengawali musim 2018 dengan sangat mantap ketika dirinya berhasil meraih gelar juara di seri perdana yang digelar di Sirkuit Losail, Qatar. Sirkuit Losail sendiri memiliki tikungan cepat seperti Sirkuit Phillip Island di Australia. Sebelumnya, para pebalap Ducati selalu kesulitan di kedua sirkuit itu.

Tetapi sayangnya, Dovizioso setelah itu gagal kembali naik podium 1 dan harus menunggu setelah jeda paruh musim untuk meraih 3 kemenangan lagi. Dovizioso juga harus tersungkur di seri keempat dan kelima yang berlangsung di Jerez dan Le Mans. Di Jerez, Dovizioso tersungkur bersama dua pebalap lainnya termasuk rekan setimnya sendiri Jorge Lorenzo dan pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. Dovizioso juga mengalami nasib serupa di seri ketujuh di Catalunya. Penampilan puncak Dovizioso pada musim balapan MotoGP 2018 lalu terjadi di Misano.

Yang ketiga mungkin adalah karena cedera panjang yang harus dialami oleh Lorenzo. Setelah mengalami musim mengecewakan di musim perdananya bersama Ducati, Lorenzo kemudian berhasil mempersembahkan gelar juara bagi tim pabrikan Italia itu di Mugello. Lorenzo kemudian juga sukses menjuarai seri berikutnya di Catalunya. Keberhasilan Lorenzo ini dinilai karena adanya perubahan ergonomik dan sasis pada motor yang dikendarainya.

Penampilan terbaik Lorenzo pada musim balapan 2018 terjadi di Sirkuit Twin Ring, Spielberg Austria yang juga dimenanginya setelah mengalahkan Marquez di lap terakhir. Sayangnya, seperti halnya Dovizioso, Lorenzo harus mengalami nasib sial akibat terjatuh di Aragon. Padahal sebelumnya Lorenzo yang musim depan tampil bersama tim Repsol Honda ini sukses mengemas tiga pole position beruntun.

Kesialan serupa harus dialami lagi oleh Lorenzo di Buriram Thailand ketika mengikuti sesi free practice 2. Dua insiden beruntun ini memaksa Lorenzo harus menepi dan baru bisa kembali lagi ke arena di seri pamungkas yang berlangsung di Valencia yang sekaligus menjadi seri terakhirnya bersama tim Ducati yang kabarnya telah merogoh kocek sebesar $ 27 juta ketika memboyongnya dari Yamaha.

Sementara itu, Setelah tampil mengesankan di musim keduanya bersama Suzuki Ecstar, Alex Rins diprediksi akan menjadi kuda hitam musim depan meskipun keberhasilan Rins dan tim Hamamatsu pada musim MotoGP 2018 ini banyak tertolong dengan adanya konsesi akibat kesalahan pemilihan spec mesin yang mereka lakukan pada awal musim 2017 lalu.

Seperti diketahui, kesalahan dalam pemilihan spec mesin pada musim 2017 tersebut membuat Suzuki Ecstar gagal meraih satu pun podium di musim itu. Tetapi hal itu membuat tim Suzuki Ecstar mendapatkan hak konsesi di musim berikutnya seperti bisa melakukan pengembangan di tengah musim selain mendapatkan hak untuk melakukan uji coba ekstra. Hasilnya, baik Rins maupun rekan setimnya Andrea Iannone berhasil mengemas 9 podium di musim balapan MotoGP 2018. Rins sendiri berhasil 5 podium berkat dua hasil impresif di dua seri terakhir dengan meraih podium 2. Hasil itu membawa Rins ke posisi 5 klasemen akhir, mengalahkan Johann Zarco yang berada satu posisi di bawahnya.

Kaleidoskop Musim Balapan 2018
Photo: Cycle News

Meski tetap menjadi pebalap independen terbaik sebagaimana di musim sebelumnya, performa Zarco di musim keduanya terbilang mengecewakan. Padahal pebalap Prancis ini di seri kedua di Argentina dan juga di seri keempat di Jerez berhasil menggapai podium 2. Namun sejak berhasil meraih pole position di Le Mans, Zarco harus menunggu podium berikutnya di Sepang Malaysia. Di Le Mans sendiri, Zarco juga terjatuh dan gagal melanjutkan balapannya. Setelah di Le Mans itu, penampilan Zarco di musim terakhir kolaborasi Tech 3 dan Yamaha itu selalu sulit untuk bisa menembus posisi 5 besar.

Hasil di Sepang Malaysia membantu Zarco mengungguli Cal Crutchlow untuk menjadi pebalap independen terbaik. Cruchlow yang dianggap menjadi pebalap Honda terbaik kedua setelah Marc Marquez ini berhasil menjadi juara di Argentina. Kemudian pebalap Inggris ini juga sukses menggapai dua podium lainnya sebelum terjerembab di Australia yang dimenanginya pada 2016 lalu. Kecelakaan saat free practice di Australia itu tidak hanya harus membuat Crutchlow melupakan tiga seri terakhir, tetapi juga gelar pebalap independen terbaik.

Berbeda dengan Honda dan Ducati, musim balapan 2018 menjadi catatan buruk bagi tim pabrikan asal Iwata Jepang, Yamaha. Pasalnya kedua pebalap mereka mendapatkan musim yang sangat sulit dan menjadikan Yamaha merasakan periode terpanjang tanpa kemenangan.

Buruknya hasil yang diraih Yamaha sepanjang musim 2018 ditenggarai bermula akibat kekeliruan yang mereka lakukan di musim 2016 lalu yang membuat mereka harus merasakan 25 seri grand prix tanpa kemenangan. Untungnya ada Maverick Vinales yang berhasil mengakhiri periode paceklik gelar itu dengan menjuarai MotoGP Australia pada akhir Oktober lalu.

Namun demikian, Vinales tetap berada satu posisi di bawah rekan setimnya Valentino Rossi di posisi klasemen akhir menyusul keberhasilan Rossi meraup 3 poin tambahan di seri pamungkas yang berlangsung di Valencia meski sebelumnya sempat terjatuh ketika bertarung memperebutkan posisi terdepan. Vinales sendiri di seri pemungkas itu gagal melanjutkan balapannya akibat terjatuh di trek yang diguyur hujan lebat yang sempat memaksa Race Direction untuk menghentikan balapan selama beberapa saat itu. Rossi hanya unggul 5 poin dari mantan pebalap Suzuki itu.

Kaleidoskop Musim Balapan 2018
Photo: Motorsportweek

Bagi Rossi, musim balapan MotoGP 2018 menjadikannya merasakan musim tanpa kemenangan yang pertama bersama Yamaha. Rossi bahkan tak sekalipun berhasil merasakan posisi podium di paruh kedua musim. Padahal di dua seri terakhir, Rossi berpeluang untuk minimal bisa menggapai posisi podium yang bisa membuatnya mengakhiri musim sebagai runner-up.

Sedangkan duo pebalap Alma Pramac Racing yaitu Danilo Petrucci dan Jack Miller menyelesaikan musim 2018 dengan hasil memuaskan dan menjadikan tim itu sebagai tim satelit Ducati terbaik dibandingkan dua tim satelit Ducati lainnya yaitu Avintia Racing dan Angel Nieto.
Meski gagal menjadi pebalap independen terbaik, hasil-hasil yang diperoleh Petrucci terutama di paruh pertama membuatnya mendapatkan kepercayaan untuk menggantikan posisi Jorge Lorenzo di tim pabrikan Ducati pada musim 2019 nanti.

Sedangkan rekan setimnya, Miller juga berhasil tampil memuaskan meskipun pebalap Australia ini hanya mengendarai motor Desmosedici GP17, tidak seperti Petrucci yang dipercaya mengendarai motor Desmosedici dengan spec terbaru seperti yang dikendarai Andrea Dovizioso dan Lorenzo. Miller juga berhasil meraih pole position di Argentina dan kerap mengakhiri balapan di posisi 10 besar.

Kaleidoskop Musim Balapan 2018
Photo: Road Racing World

Musim balapan 2018 lalu itu juga membuat Miller berhasil membuktikan kapasitasnya setelah sempat dipertanyakan ketika dipromosikan langsung dari arena balapan Moto3 tiga musim lalu untuk tampil di arena kelas premier bersama tim satelit Honda Marc VDS. Musim 2019 nanti, Miller dipercaya menjadi pebalap utama tim Alma Pramac dan mengendarai motor Desmosedici GP19. Miller bertandem dengan Pecco alias Francesco Bagnaia.

Sementara itu, Dani Pedrosa harus merasakan satu musim tanpa kemenangan dan tanpa satu posisi podium lainnya untuk pertama kalinya. Hasil ini menjadi hasil terburuk Pedrosa sejak 2006. Dan sebelum usainya paruh musim pertama pada Juli lalu, Pedrosa mengumumkan pengunduran dirinya dari arena balapan kelas premier.

Faktor porsi tubuh yang tak ideal ditenggarai sebagai salah satu alasan mengapa Pedrosa tak sekalipun mampu meraih gelar juara dunia kelas premier karena ia kesulitan untuk mengimbangi dimensi motor yang lebih besar dibandingkan motor-motor yang digunakan di arena balapan Moto3 dan Moto2 yang berhasil membuat Pedrosa mengoleksi tiga gelar juara dunia. Situasi bertambah sulit bagi Pedrosa ketika Michelin kembali dipercaya menjadi ban resmi MotoGP World Championship sejak 2016 lalu karena ban produksi perusahaan asal Prancis itu memaksa setiap pebalap untuk lebih menguras stamina mereka.

Musim balapan 2018 juga diwarnai dengan kecelakaan hebat yang dialami Tito Rabat ketika mengikuti sesi Kualifikasi MotoGP Inggris pada Agustus lalu. Guyuran hujan membuat kondisi trek sangat berbahaya. MotoGP Inggris 2018 sendiri akhirnya terpaksa dibatalkan karena hujan lebat kembali mengguyur Sirkuit Silverstone di sesi puncak setelah sebelumnya jadwal penyelenggaraannya sempat diputuskan untuk ditunda. Buruknya drainase di sirkuit yang terletak di Northampton itu menjadi biang kerok mengapa trek banyak digenangi air. Karena MotoGP Inggris bertepatan dengan musim hujan di Inggris menjadikan penyelenggaraan MotoGP 2019 nanti kemungkinan besar akan dialihkan.

Kaleidoskop Musim Balapan 2018
Photo: Mirror

Bagi Rabat sendiri, kecelakaan hebat yang dialaminya itu membuatnya mengalami cedera sangat serius yang memaksanya untuk beristirahat panjang hingga berakhirnya musim, sehingga Rabat pun harus menempati posisi ke-19 di klasemen akhir.

Selain MotoGP Inggris, seri pamungkas yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo Valencia pada medio November lalu juga berlangsung di tengah guyuran hujan. Akibatnya, banyak pebalap mengalami kecelakaan, tak terkecuali Marc Marquez dan Maverick Vinales. Pihak Race Direction pun terpaksa menghentikan balapan untuk sementara waktu.

Bila sebagian besar pebalap mengalami kecelakaan, kondisi trek di Valencia itu justeru menjadi berkah tersendiri bagi pebalap KTM, Pol Espargaro karena pebalap Spanyol itu akhirnya sukses menggapai podium perdana bagi tim pabrikan asal Austria itu.

Sedangkan bagi Andrea Iannone, hasil bagus yang diraihnya pada musim balapan MotoGP 2018 lalu tak mampu menyelamatkan masa depannya di tim Suzuki Ecstar. Padahal pebalap Italia itu mampu mengakhiri musim dengan torehan 4 posisi podium, dan pada beberapa seri, Iannone mampu memberikan perlawanan untuk merebut posisi juara seperti yang terjadi di Aragon. Terdepak dari Suzuki Ecstar, Iannone kemudian terkonfirmasi bergabung dengan tim pabrikan senegaranya, Aprilia. Aprilia sendiri mengalami kesulitan sepanjang musim lalu dan Aleix Espargaro hanya 3 kali berhasil mengakhiri balapan di posisi 10 besar.

Demikian review musim balapan MotoGP 2018 …

Tags
Close