EventPebalapUlasan

Inilah Kesan-kesan Rossi, Marquez dan Lorenzo Tentang Pedrosa yang Akan Pensiun

Konferensi Pers MotoGP Valencia

Satu hal yang tak biasa terjadi saat Konferensi Pers MotoGP Valencia yang dilakukan satu hari sebelum seri pamungkas musim ini berlangsung, tepatnya pada Kamis (15/11/2018) kemarin.

Para pebalap yang hadir dalam Konferensi Pers MotoGP Valencia kali ini berbagi kesan dan kenangan mereka tentang Dani Pedrosa yang akan tampil untuk terakhir kalinya bersama Repsol Honda dan berada di grid diantara para pebalap lainnya.

Pedrosa yang telah menghabiskan kariernya selama 18 tahun di lintasan balap motor ini dinobatkan sebagai salah satu pebalap MotoGP legendaris meskipun Pedrosa belum sekalipun meraih gelar juara di kelas premier yang terentang sejak 2006 lalu.

Prestasi terbaik Pedrosa di kelas premier adalah sebagai runner-up yang diraihnya sebanyak tiga kali yaitu pada 2007, 2010 dan 2012.

Sedangkan untuk kelas 125cc, Pedrosa sukses meraih satu gelar juara dunia yang diraihnya pada 2003 dan dua gelar juara dunia di kelas 250cc yang diraihnya pada 2004 dan 2005.

Valentino Rossi mengatakan bila Pedrosa sebenarnya sangat layak untuk bisa meraih gelar juara dunia di kelas premier karena Pedrosa merupakan pebalap yang konsisten, setidaknya selalu berhasil meraih satu gelar juara di setiap musimnya.

Kenyataan itu menjadikan Pedrosa sebagai pebalap MotoGP tersukses yang tak pernah meraih gelar juara dunia di kelas premier.
“Ketika Pedrosa naik ke kelas premier pada 2006, para pebalap lainnya khawatir karena ia di musim sebelumnya sukses meraih gelar juara dunia di kelas 250cc,”ingat Rossi.

“Pedrosa adalah seorang rival hebat dan saya mengingat beberapa pertarungan sulit melawannya yang terjadi di Brno pada 2006 ketika ia berusaha memperebutkan posisi kedua saat balapan menyisakan 3 atau 4 lap lagi,”jelas Rossi.

“Pedrosa layak untuk menjadi juara karena ia telah banyak memenangkan banyak grand prix, lebih dari 50 kali dan dia sangat, sangat kompetitif. Kami semua akan merindukannya,”pungkas Rossi.

Sementara itu, Marc Marquez yang hanya bertandem dengan Dani Pedrosa di tim Repsol Honda hingga di musim terakhir Pedrosa ini mengungkapkan kesan-kesannya terhadap rekannya yang musim depan akan mengawali petualangan barunya bersama tim KTM sebagai test rider itu.

Marquez menilai banyak pihak yang kadang salah mengerti dengan sikap Pedrosa yang ditunjukkan Pedrosa di depan media.

“Pedrosa kadang salah dimengerti. Kenangan terindah saya bersama Pedrosa terjadi di Jepang ketika kami sedang berkaraoke. Biasanya kami memang merayakan kemenangan kami. Kala itu Pedrosa bernyanyi tanpa baju dan dia memang gila!,”ujar Marquez sembari tersenyum.

“Ketika berada di depan kamera, Pedrosa terlihat sangat pemalu, tetapi sebenarnya dia sangat lucu. Saya banyak melewati kenangan indah bersamanya dan dia memang seorang rekan setim yang luar biasa,”imbuh Marquez yang telah memastikan gelar juara dunia musim ini di Motegi Jepang pada medio Oktober lalu.

Sedangkan teman masa kecil Pedrosa yang juga menjadi salah satu rivalnya di arena MotoGP Alvaro Bautista menceritakan masa-masa saat mereka berlomba dalam balapan minibike ketika keduanya masih berusia 9 tahun.

Bautista yang juga akan meninggalkan arena MotoGP musim ini karena akan beralih ke arena World Superbike ini mengatakan,”Saya masih ingat ketika kami berlatih dan setelah itu kami bermain bola di lintasan sirkuit.”

“Kami memang sering berusaha untuk memaksanya untuk bermain bersama kami dan sangat lucu sekali. Kami saling berlomba untuk menjadi yang tercepat di lintasan sirkuit dan setelah itu kami bermain bola di sore harinya. Lalu kami makan bersama. Sangat menyenangkan sekali,”ungkap Bautista.

Sedangkan Jorge Lorenzo yang akan menggantikan posisi Dani Pedrosa mengungkapkan masa-masa tak menyenangkan dan menyenangkan yang dilewatinya dengan Pedrosa.

Lorenzo mengungkapkan masa-masa tak menyenangkan antara dirinya dan Pedrosa terjadi ketika MotoGP Spanyol pada 2008 lalu manakala Pedrosa menolak berjabat tangan dengannya di atas podium setelah menyelesaikan babak Kualifikasi.

“Pada masa-masa awal karier saya, Pedrosa menjadi referensi saya tetapi ada beberapa momen yang tak menyenangkan diantara kami yang terjadi pada 2002-2010,”ungkap Lorenzo.

“Salah satunya terjadi di Jerez pada 2008 yaitu pada Konferensi Pers pada Sabtu seusai menyelesaikan babak Kualifikasi. Saat itu Colin Edwards dan saya ingin memberikan ucapan selamat kepadanya tetapi Pedrosa mengabaikan ucapan selamat dari kami. Saya kemudian melihat Edwards saat itu situasinya jadi tak nyaman,”ujar Lorenzo.

“Sehari kemudian, Pedrosa meraih kemenangan dan saya meraih posisi ketiga dank ala itu justeru Pedrosa menyalami saya. Hanya saja ketika berjabat tangan, kami tak saling menatap mata masing-masing,”imbuh Lorenzo.

Namun demikian, Lorenzo juga mengungkapkan sejumlah kenangan manis yang mewarnai rivalitas dan pertemanan dengan pebalap yang juga dijuluki sebagai ‘Baby Samurai’ itu.

“Tapi ada juga beberapa momen menyenangkan antara saya dan Pedrosa. Salah satu yang saya ingat ketika kami berada di rumah Sete Gibernau tiga tahun lalu. Kala itu kami sedang menghadiri pesta selain juga membalap dengan motor kecil. Pedrosa saat itu menjadi yang tercepat,”Lorenzo mengenang.

“Pedrosa unggul satu atau dua detik di depan saya. Saya berusaha untuk mengejarnya dan saya kemudian terjatuh. Pedrosa terlihat sangat khawatir dengan kondisi fisik saya karena saat itu saya sedang berusaha untuk meraih gelar juara dunia karena memiliki peluang besar. Itulah momen yang sangat menyenangkan sekali,”pungkas Lorenzo.

Photo: MotoGP

Tags
Close