PebalapTimUlasan

Finish di Posisi Keempat di Phillip Island, Bautista Kagumi Motor Desmosedici GP18

Bautista Senang Akhiri Musim Terakhirnya di Arena MotoGP dengan Prestasi Membanggakan

Pebalap satelit Ducati Angel Nieto Alvaro Bautista benar-benar mendapati dua akhir pekan beruntun yang menyenangkan pada Oktober ini seiring keberhasilannya meraih dua hasil terbaiknya selama musim ini. Hal itu membuat Bautista senang akhiri musim terakhirnya di arena MotoGP dengan prestasi membanggakan.

Meski gagal meraih podium, Bautista berhasil mencetak hasil terbaiknya musim ini di Motegi bersama tim satelit Ducati Angel Nieto sepekan sebelum MotoGP Australia di Phillip Island.

Prestasi Bautista di Motegi tersebut membuat tim pabrikan Ducati kepincut untuk memberikan posisi Jorge Lorenzo yang masih harus melewatkan penampilannya di Phillip Island karena masih harus berkutat untuk memulihkan cederanya.

Awalnya pada sesi-sesi Free Practice di Phillip Island, Bautista sempat membuat bos Ducati Gigi Dall’Igna merasa was-was karena Bautista kerap terjatuh dan terlihat masih kesulitan untuk beradaptasi dengan motor Desmosedici GP18 yang memang memiliki karakteristik dan spec berbeda dengan motor Desmosedici GP yang dikendarainya di tim satelit.

Tetapi ketika sesi puncak berlangsung pada Minggu (28/10/2018), Bautista berhasil meraih satu posisi lebih baik dari hasil yang diraihnya di Motegi yakni finish di posisi 4, satu posisi di bawah pebalap pabrikan Ducati Andrea Dovizioso yang berhasil menggapai podium 3.

“Kini saya merasa lebih senang lagi dari sebelumnya sebelum saya tampil di arena balapan World Superbike karena saya tahu potensi pabrikan Ducati,”ujar Bautista senang akhiri musim terakhirnya di arena MotoGP dengan prestasi membanggakan.

Bekerjasama dengan kepala mekanik Cristian Gabarrini yang pernah menangani Casey Stoner dan Marc Marquez di masa lalu, Bautista merasa kagum dengan kualitas motor Desmosedici GP18 yang dikendarainya di tim pabrikan Ducati.

Pengalaman di Phillip Island ini membuat Bautista merasa percaya diri untuk tampil di arena World Superbike musim depan dimana ia akan mengendarai motor hasil kerjasama antara Kawasaki dengan Ducati yaitu motor new Panigale V4 Superbike.

“Segala sesuatunya terjadi bukan karena kebetulan karena menurut saya mengendarai motor dengan kualitas hebat merupakan hal penting untuk bisa bertarung memperebutkan gelar juara. Di arena MotoGP, saya tidak mungkin mendapatkan motor dengan kualitas setara,”ungkap Bautista mengenai motor yang dikendarainya bersama tim satelit.

Di tim satelit menurut Bautista, ia hanya bekerjasama dengan segelintir orang saja. Hal-hal detail begitu diperhatikan bersama tim pabrikan daripada di tim satelit.

“Kini saya bertambah senang dari sebelumnya sebelum saya tampil di arena World Superbike karena saya tahu potensi tim Ducati untuk meraih kemenangan di arena balapan itu musim depan,”jelas Bautista.

“Saya kini semakin percaya diri menatap musim depan. Saya senang membalap tetapi juga senang meraih kemenangan. Jika tak memiliki motor yang kompetitif, maka kita tak bisa meraih kemenangan,”ungkap Bautista.

“Saya senang sekali. Bukan soal di arena mana kita tampil tetapi yang terpenting dimana kita bisa menikmatinya,”imbuh Bautista seolah menghibur diri karena arena MotoGP nyatanya lebih prestisius dibandingkan arena World Superbike

Yang jelas meski masih ada dua seri tersisa, Bautista senang akhiri musim terakhirnya di arena MotoGP dengan prestasi membanggakan.

Photo: MotoGP

Tags
Close