Ulasan

Bangganya Malaysia Bisa Hadirkan Pebalap dan Tim MotoGP di Arena MotoGP 2019

Malaysia Tak Hanya Masuk Dalam Kalender MotoGP World Championship 2019, Tetapi Juga Hadirkan Tim dan Pebalap Mereka

Mulai musim balapan 2019 nanti, Malaysia tak hanya masuk dalam kalender MotoGP World Championship, tetapi juga hadirkan tim dan pebalap mereka.

Seperti diketahui, sesi uji coba pramusim perdana 2018 yang digelar di Sepang pada Januari lalu, Malaysia belum bisa menghadirkan pebalap dan juga tim MotoGP mereka untuk ikut berpatisipasi. Namun, Hafizh Syahrin kemudian dipercaya bos Tech 3 Herve Poncharal untuk melakukan sesi uji coba pramusim kedua di Buriram Thailand pada bulan berikutnya hingga Syahrin mendapatkan tempatnya di tim satelit Monster Yamaha Tech 3 untuk menggantikan posisi Jonas Folger yang sakit, sehingga Malaysia pun memiliki seorang wakil mereka di arena balapan kelas paling bergengsi di ajang MotoGP World Championsip.

Tak lama berselang setelah itu, seiring dengan keputusan Poncharal untuk meninggalkan kolaborasinya bersama Yamaha dan berpaling ke tim KTM, maka dimulailah wacana untuk membentuk tim satelit Yamaha terbaru. Adalah Datuk Razlan Razali yang mempelopori pembentukan tim satelit yang kini dikenal dengan nama tim Petronas Yamaha SRT itu. Razali juga merupakan figur sentral yang berperan untuk mempromosikan Syahrin ke kelas premier dengan melakukan negosiasi dengan pihak Yamaha dan Tech 3.

Razali sendiri menyebut proyek pembentukan tim satelit bersama Yamaha tersebut sebagai impian yang menjadi kenyataan dan proses pembentukannya hanya menghabiskan waktu kurang dari enam bulan saja. Razali yang merupakan CEO Sirkuit Sepang ini kemudian menuturkan proses pembentukan tim Petronas Yamaha SRT itu.

Razali tak menyangka bila Malaysia di sesi uji coba pramusim perdana 2019 di Sepang pada Februari nanti, Malaysia bisa menghadirkan seorang pebalap mereka dan juga tim mereka sekaligus. Bagi Syahrin, musim balapan 2019 menjadi musim keduanya tampil di arena kelas premier walau tetap menjadi pebalap tim satelit di tim KTM-Tech 3.”Ada beberapa kali pembicaraan dengan Carmelo Ezpeleta di koridor paddock MotoGP tentang kemungkinan untuk memberi kami kesempatan untuk bisa mengisi satu tempat di kelas premier … Lalu kami mengontak Petronas … Selanjutnya kami mendapat telepon dari Ezpeleta yang mengkonfirmasi, ‘ya, ada kemungkinan’.”

Razali mengatakan telepon dari CEO Dorna Sports itu didapatnya pada Juni lalu atau enam bulan setelah proyek itu diwacanakan. “Telepon dari Ezpelata itu terjadi pada bulan Juni! Jadi kurang dari enam bulan dari wacana kami untuk bisa menghadirkan sebuah tim MotoGP.”
Razali juga sempat merasa khawatir siapa yang bakal menjalankan proyek ini ketika impian itu mendekati kenyataan. Razali kemudian berbicara dengan manajer tim-timnya di ajang balapan Moto3 dan Moto2, yaitu Johan Stigefelt. Seperti halnya Razali, Stigefelt juga sangat berhasrat untuk bisa hadir di kelas premier. Tetapi keduanya juga bersikap realistis karena keterbatasan pengalaman yang mereka miliki sehingga mereka memutuskan untuk mencari sosok yang berpengalaman dalam menjalankan tim top MotoGP untuk bisa meyakinkan Petronas yang menjadi sponsor dan juga pihak Yamaha agar impiannya terwujud yaitu supaya Malaysia tak hanya masuk dalam kalender MotoGP World Championship, tetapi juga hadirkan tim dan pebalap mereka.

Kilas-Balik MotoGP Malaysia, Album Perdana Nirvana dan Perjalanan Syahrin Jelang MotoGP Malaysia Musim ini

Menurut Razali, Stigefelt mengenal Wilco Zeelenberg, yang menjadi pelatih Maverick Vinales dan juga mantan manajer di tim top di arena balapan WSBK dan MotoGP. Lalu Razali menggelar rapat dengan Zeelenberg dan saat itu Zeelenberg menyebut hal ini akan menjadi sebuah tantangan baru baginya setelah berada di tim Yamaha untuk waktu yang cukup lama. Zeelenberg juga menyatakan kesepahamannya sehingga Razali dan Zeelenberg kemudian menemui Lin Jarvis. Setelah menemui petinggi Yamaha itu, maka muncullah nama Ramon Forcada yang pernah menjadi kepala mekanik Jorge Lorenzo dan Vinales sebagai sosok untuk diajak bekerjasama.

Setelah itu, Razali memberikan kepercayaan kepada Stigefelt untuk memutuskan siapa saja yang bakal diajak ikut bekerjasama. “Saya serahkan kepada Stigefelt karena dia sangat tahu soal ini dan telah lama berada di paddock sehingga sangat mengenal orang-orang yang cocok untuk dipilih.Hal yang paling saya sukai dari tim ini adalah tim ini dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki kewarganeraan berbeda. Ada 5 kewarganegaraan diantara para pebalap kami yang tampil di tiga kelas, tetapi dengan menghitung staf di tim kami, kami juga memiliki orang-orang yang berasal dari Jerman, Belanda, Spanyol, Swedia, Amerika Serikat, Malaysia, Inggris, Prancis, Italia … Saya kira ini luar biasa sekali,” ujar Razali yang merasa sangat bangga karena kini Malaysia tak hanya masuk dalam kalender MotoGP World Championship, tetapi juga hadirkan tim dan pebalap mereka.

Lebih jauh Razali mengatakan bahwa Yamaha juga menyadari pentingnya proyek ini dan setelah seri pemungkas di Valencia lalu, tim Tech 3 langsung digantikan tim baru ini sehingga dua hari kemudian kedua pebalap mereka yaitu Franco Morbidelli dan juga Fabio Quartararo langsung bisa mengikuti sesi uji coba di Valencia. Razali selanjutnya mengatakan bila timnya ini juga memiliki basis si Eropa, yaitu di Belgia karena negara itu dianggapnya sebagai pusat logistik di benua biru itu dan hal itu juga telah mendapatkan persetujuan dari Yamaha dan Petronas.

Mereka yang Membidani SIC-Yamaha

Tags
Close