Tim

Presiden Yamaha Angkat Bicara Soal Pergantian Pimpro Yamaha

Tsuji: Pergantian Pimpro Yamaha adalah Hal yang Biasa

Presiden Yamaha Motor Racing, Kouichi Tsuji yang beberapa waktu lalu telah melakukan pergantian pimpinan proyek (pimpro) Yamaha dari Kouiji Tsuya kepada Takahiro Sumi mengatakan bahwa pergantian itu bukanlah sebuah perkara besar dan bukan sebuah indikasi adanya masalah di tim pabrikan asal Iwata Jepang itu.

Namun demikian, publik telanjur menilai bahwa pergantian itu terkait dengan prestasi buruk Yamaha di dua musim beruntun yang telah membuat Yamaha harus merasakan periode terpanjang tanpa meraih kemenangan sejak keberhasilan Valentino Rossi pada Juni 2017 di Assen Belanda sebelum Maverick Vinales berhasil mempersembahkan gelar juara di Australia pada akhir Oktober lalu. Musim lalu, selain kemenangan satu-satunya yang diraih oleh Vinales itu, Yamaha hanya berhasil mengemas 10 posisi podium lainnya. Selain itu, pada seri ke-11 di Austria, Tsuya juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar Yamaha di seluruh dunia menyusul hasil buruk yang mereka raih di Kualifikasi yang digelar di Sirkuit Red Bull Ring Spielberg.

Pimpro Yamaha MotoGP Lengser


Berbicara kepada media ketika menghadiri launching tim satelit Petronas Yamaha SRT di Kuala Lumpur pada awal pekan ini, Tsuji menegaskan bahwa pergantian pimpro Yamaha bukanlah sebuah perkara besar dan menganggapnya sebagai hal yang wajar saja, “Itu hal yang biasa saja. Jadi tak ada yang spesial. Kini kami memiliki pimpro baru yang menjadi pimpinan tim MotoGP kami, namanya Takahiro Sumi. Sebelumnya ia adalah desainer sasis tim kami. Kami sudah sejak lama mempertimbangkan untuk melakukan rotasi di tim kami. Jadi pergantian pimpro di tim kami tak ada yang spesial, hal yang wajar saja.”

Bangganya Malaysia Bisa Hadirkan Pebalap dan Tim MotoGP di Arena MotoGP 2019


Selanjutnya Tsuji mengatakan bahwa Sumi mengemban tugas untuk membenahi performa mesin motor Yamaha berikut area elektroniknya yang dipercaya menjadi penyebab buruknya performa Yamaha selama dua musim terakhir dan membuat mereka berhasil dilewati oleh tim Ducati. Tsuji juga menyebut pentingnya untuk memiliki sebuah tim satelit yang handal yang kini bernama Petronas Yamaha SRT yang menggantikan posisi Tech 3 yang kini bermitra dengan tim KTM.

Tags
Close