Ulasan

Inilah Alasan Mengapa Tak Ada Lagi Pebalap Amerika Serikat di Grid MotoGP

Rainey Ungkap Alasan Mengapa Pebalap Amerika Serikat Tak Ada Lagi di Arena MotoGP

Sejak mendiang Nicky Hayden meninggalkan arena balapan MotoGP pada 2015 silam, maka sejak itu pulalah tak ada lagi pebalap Amerika Serikat yang tampil penuh dalam ajang balapan MotoGP World Championship. Hayden setahun kemudian memang pernah tampil sekali ketika menggantikan Dani Pedrosa yang cedera di tim Repsol Honda pada satu seri. Padahal para pebalap Amerika Serikat sebenarnya memiliki andil besar pada proses terciptanya balapan kelas MotoGP sejak Pat Hennen tampil di kelas 500cc pada 1976 silam. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Setelah Hennen, muncul pula nama-nama besar seperti Kenny Roberts Sr, Colin Edwards, Wayne Rainey, dan beberapa nama lainnya hingga Hayden berhasil merengkuh gelar juara dunia pada 2006. Kemenangan terakhir pebalap Amerika Serikat terjadi pada 2011 lalu ketika Ben Spies meraih gelar juara di Assen Belanda. Tapi sejak itu, dominasi para pebalap MotoGP umumnya diisi oleh para pebalap Spanyol dan Italia saja. Grid MotoGP 2019 ini saja, hanya Hafizh Syahrin, Takaaki Nakagami dan Jack Miller yang berasal dari tiga negara berbeda di luar Spanyol dan Italia. Sementara, sejak Hayden beralih ke ajang balapan WSBK, maka tak ada lagi pebalap asal Amerika Serikat yang meramaikan persaingan. Sepertinya untuk beberapa musim kedepan pun, arena MotoGP masih belum memunculkan pebalap asal negeri Paman Sam itu.

Rainey yang pernah meraih gelar juara kelas 500cc sebanyak 3 kali di awal dekade 1990-an itu mengatakan,”Pebalap Amerika Serikat pernah mendominasi di era saya, tepai sejak 20 tahun terakhir, terjadi banyak perubahan. Saya kira federasi-federasi terkait di negara-negara di benua Eropa terutama di Spanyol dan Italia bekerja dengan baik sekali untuk bisa menghadirkan para pebalap mereka di level yang lebih tinggi. Dulu federasi di negara kami juga begitu. Tapi kini sudah tidak lagi. Semuanya telah berubah. Para pebalap Amerika Serikat sangat tangguh hingga tahun 2008.”

“Kemudian muncul DMG yang membeli AMA Superbike dan melakukan perubahan aturan selain membuat balapan kelas 600cc. Sementara balapan Superbike tak lagi menjadi prioritas hingga hal ini menimbulkan kebingungan dan membawa kemunduran bagi olahraga balap motor di Amerika Serikat. Terlebih lagi kami setelah itu mengalami krisis ekonomi. Sedangkan negara-negara di Eropa sangat fokus untuk meramaikan ajang balapan motor di negara-negara mereka,” imbuh Rainey.

Sementara itu, Cameron Beaubier yang pernah menjadi tandem Marc Marquez di ajang balapan 125cc sebenarnya merupakan pebalap yang memiliki potensi untuk membuat Amerika Serikat bisa menghadirkan wakil mereka kembali di ajang balapan MotoGP, apalagi menurut Rainey, Beaubier memiliki kedekatan dengan pihak Yamaha. Tetapi setelah mengalami kecelakaan di Donington Park pada 2016 ketika tampil di ajang WSBK, Beaubier memilih mundur dan memutuskan untuk ikut berpartisipasi di ajang Moto America yang menawarkan jumlah nominal pendapatan yang lebih besar.

“Yang saya perhatikan dalam 4 tahun terakhir ini, para pebalap Amerika Serikat menyadari bila peluang mereka untuk berbicara lebih banyak di ajang MotoGP sangat sulit. Sementara pebalap seperti Beaubier bisa menghasilkan banyak uang di ajang Moto America dibandingkan para pebalap di ajang WSBK kecuali Jonathan Rea yang telah meraih 4 gelar juara dunia. Beaubier tampil sangat bagus di ajang Moto America dan bisa pulang ke rumah dan tidur nyenyak karena ia menghasilkan jumlah uang dua kali lebih besar dibandingkan ketika ia tampil di kejuaraan dunia. Saya kira itulah alasan kenapa Beaubier tak mau go-international,” pungkas Rainey.

Tags
Close