Pebalap

Pedrosa Tak Pernah Menyangka Bisa Menjadi Salah Satu Pebalap Top di Kelas Premier

Pedrosa Ingin Dikenang Sebagai Pebalap Top di Kelas Premier yang Punya Teknik Handal

Mantan pebalap Repsol Honda yang kini menjadi test rider KTM, Dani Pedrosa mengungkapkan bila ia tak pernah menyangka bisa mencatatkan dirinya sebagai salah satu pebalap top di kelas premier meskipun ia tak sekalipun mampu mencatatkan dirinya sebagai juara dunia di kelas paling bergengsi itu .

Pedrosa merefleksikan sekilas perjalanan kariernya di arena grand prix di tiga kelas berbeda yang terentang selama 18 musim yang berakhir pada Valencia finale pada November lalu. Selama kurun waktu itu, Pedrosa telah mengikuti 289 seri grand prix di tiga kelas berbeda dan berhasil memenangkan 54 seri grand prix, serta memenangkan 1 gelar juara dunia di kelas 125cc (2003) dan 2 gelar juara dunia di kelas 250cc (2004 dan 2005). Pedrosa mencatat kemenangan pertamanya di arena grand prix pada usia 16 tahun 273 hari ketika dirinya berhasil mengalahkan dua rival tangguh kala itu yaitu Manuel Poggiali dan Joan Olive di lap terakhir Sirkuit TT Assen Belanda pada 2002 di kelas 125cc.

Pedrosa naik ke kelas premier pada 2006 dan berhasil meraih kemenangan pertamanya di seri keempat tahun itu yang membuat Pedrosa menjadi pebalap termuda yang berhasil meraih gelar juara di kelas premier sebelum dilewati Marc Marquez pada 2013 lalu. Hingga saat ini, Pedrosa tetap tercatat sebagai pebalap keempat termuda yang menjadi juara di kelas premier setelah Marquez, Freddie Spencer dan Norick Abe. Pedrosa mengungkapkan bila dirinya tak pernah menyangka bisa menjadi salah satu pebalap top di kelas premier karena pada setiap musim, kecuali musim lalu, Pedrosa minimal bisa mengemas satu gelar juara selain beberapa podium lainnya. Pedrosa merasa masa kejayaannya di kelas premier terjadi di musim kelimanya. Pedrosa berharap ia bisa dikenang sebagai salah satu pebalap top di kelas premier yang memiliki teknik bagus.

Leitner Yakin Pedrosa Bisa Angkat Prestasi Tim KTM


Pedrosa kemudian menyebut ia selalu berusaha untuk melihat sisi positif ketika mendapati situasi yang kurang menyenangkan sewaktu menjadi pebalap. “Saya selalu berusaha untuk mengatasi berbagai situasi negatif … Berbagai perubahan kerap terjadi seperti perubahan aturan, perubahan motor, perubahan bobot motor yang kian berat dan ban yang semakin sulit dan berbagai hal yang menyulitkan lainnya, termasuk saat mengalami cedera.”

Tags
Close